31 Maret 2009

Strategi Major Label Membunuh Artisnya


Teman-teman, kita sudah sampai di era baru industri musik.Era dimana label rekaman melancarkan strategi terkejam dalam sejarah industri musik di tanahair: Menguasai artis dengan jalan mengelola karir mereka. Istilah populernya mereka melakukan ekspansi bisnis dengan cara membuka divisi Manajemen Artis di label rekaman.

Gue adalah salah seorang yang nggak setuju dengan berdirinya manajemen artis dalam sebuah label rekaman. Gue punya argumentasi yang kuat untuk ini. Label rekaman itu INKOMPETEN untuk urusan manajemen artis dan nantinya gue yakin malah bakal merusak tatanan industri musik yang selama ini otonom dari tiga belah pihak terkait (artis, manajemen, label).

Bisnis utama label rekaman adalah jualan kaset, CD, RBT, dsb. Semua yang berhubungan dengan rekaman musik. Dari nama saja sudah jelas: Perusahaan Rekaman! Akhirnya ketika mereka membuka divisi baru (Artis Manajemen) gampang ditebak kalo kerepotan dan berbagai kebodohan dalam urusan manajerial artis bakal terjadi di sana. Mulai dari SDM yang mereka miliki butut hingga praktek-praktek jualan band yang obscure. Karena mereka masih "belajar" maka jangan cari profesionalisme manajemen artis di dalam major label :)

Conflict of interest tingkat tinggi juga bakal terjadi di dalam band ketika manajernya bingung harus membela kepentingan yang mana nantinya (artis atau label?). Secara manajer lama kemungkinan besar bakal ”digaji” oleh label dan nanti hanya akan menjadi sub-ordinat dari manajemen baru.

Gara-gara pembajakan musik yang makin gokil (bahkan konon direstui negara) dan menurun drastisnya penjualan album fisikal, akhirnya mereka mengambil jalan pintas mendirikan manajemen artis yang ujungnya lagi-lagi merugikan artis nantinya. Label bukannya bersatu memerangi pembajakan namun malah berkomplot untuk mengeksploitasi artis habis-habisan agar mereka bisa terhindar dari kebangkrutan.

Biarkan artis yang bangkrut, tapi jangan labelnya! Kira-kira kasarnya begitu. Sekali lagi artis adalah obyek penderita nomor satu nantinya.

Setelah kecilnya nilai royalti mekanikal di Indonesia, statistik penjualan album yang manipulatif, dilarangnya artis bergabung dengan KCI oleh ASIRI (atau diminta keluar dari KCI jika telah bergabung) maka penindasan terhadap artis akan datang lebih kejam lagi nantinya. Detailnya kira-kira seperti di bawah ini.

Ini prediksi yang bakal terjadi di masa depan dengan ”artis-artis baru” yang kontrak dengan major label yang memiliki divisi manajemen artis:

  • Masa depan karir band baru akan tergantung dari label rekaman, bukan berada di tangan manajemen lama atau artisnya sendiri.
  • Tumpulnya peran dan kontrol manajemen artis yang lama dalam membela kepentingan-kepentingan artis. Manajemen lama akan menjadi sub-ordinat dari label dan kemudian hanya berfungsi sebagai baby-sitting artis. Semua fungsi kontrol dan decision making artis akan terpusat kepada label sebagai investor. Manajer lama tidak punya hak karena mereka tidak invest apapun. Kemungkinan besar mereka akan disingkirkan dengan jalan "pembusukan". Mempengaruhi artis dengan iming-iming kesuksesan di industri musik.
  • Kontrol yang sangat ketat dalam proses kreatif dan menciptakan musik berakibat hilangnya idealisme artistik & estetis karena artis hanya akan diperbolehkan menciptakan musik-musik yang tengah disukai oleh pasar yang tidak cerdas. Sejuta band mirip Kangen Band diprediksi akan membajir di industri musik kita :)
  • Berkurang secara signifikannya pemasukan bagi artis karena mereka harus share profit selain dari royalti mechanical, live show, merchandise, touring, advertising, publishing dan sebagainya. Hal yang belum pernah terjadi sebelumya. It's a very big, big, big LOSS, ladies & gentleman!
  • Buruknya lagi, kalau artis baru nanti terlalu blo'on, maka tingkat eksploitasi akan diperkejam lagi hingga nama band dipatenkan oleh label, internal band akan dikontrol langsung pihak label, penggelapan royalty, sales report yang culas hingga berlakunya sistem bodoh dengan label menggaji para artis. Jika selama ini kita memandang artis sebagai seniman dengan talenta yang tidak ternilai maka selanjutnya kita akan dipaksa memposisikan artis tak lebih dari "kuli musikal."

Strategi ”mega-eksploitatif” ini memang hanya diberlakukan bagi band-band baru yang ditawarkan kontrak rekaman oleh major record company. Contoh paling konkret misalnya terjadi pada Nidji, Letto (Musica), The Changcuters, St. Loco, Vagetoz (SonyBMG Indonesia), Kangen Band (Warner), Tahta (EMI), dsb. Semuanya memang memiliki deal-deal yang berbeda satu sama lain. Maksudnya tingkat eksploitasinya berbeda-beda. Ada yang parah dan ada yang parah banget. Gue sempat mendengar ada satu band yang dipotong komisinya sebesar 45% (gross) setelah join dengan manajemen artis major label.

Band baru yang hadir dengan strategi yang brilyan dan sangat berhasil di awal karirnya adalah Samsons yang melakukan master licensing deal dengan Universal Music Indonesia. Mereka membiayai sendiri produksi rekaman dan kemudian menjalin kerjasama promosi & distribusi dengan major label selanjutnya. Ke depannya deal seperti ini nantinya akan menjadi ”favorit” para manajer artis (tentu bila mampu).

Pastinya, label rekaman tidak akan menawarkan strategi keji ini kepada band-band lawas/senior karena bargaining position mereka sudah sangat kuat. Selain brand mereka sudah dikenal luas, pengalaman dan pengetahuan bisnis musik yang sangat memadai, fanbase yang kuat juga sangat berpengaruh terhadap positioning mereka di industri musik. Label sendiri kadangkala melihat artis-artis lawas sebagai ”uzur,” ”grace period” atau sudah rendah ”selling point”nya.

Itulah kenapa akhirnya label rekaman besar hanya akan memburu band-band/artis baru yang masih hijau, yang minim pengetahuan bisnis musiknya dan belum paham peta/konstalasi industri musik lokal. Selain bakal gampang dibodohi dengan kontrak yang sangat eksploitatif mereka juga akan dipengaruhi iming-iming "fame & fortune" di industri musik. Padahal belum tentu bakal "booming" juga :)

Jika Anda saat ini berada di sebuah band baru dan ditawarkan kontrak rekaman dari major label maka jangan terburu-buru tergiur dulu! Imej bergengsi major label tidak akan banyak memberi keuntungan. Yang terpenting adalah deal-nya, bukan masalah major atau indie label-nya. Pelajari dulu dengan seksama kontraknya, undang pengacara kenalan Anda untuk membedahnya, konsultasi dengan band-band lain yang sudah berpengalaman.

Sudah banyak kasus terjadi sebelumnya. Band-band baru menandatangani kontrak rekaman jangka panjang dengan major label dan akhirnya menyesal. Ketika bandnya booming dan banyak menerima job manggung beberapa ada yang melakukan ”resistensi” konyol dengan tidak menyetorkan komisi kepada label sesuai perjanjian. Menjadi konyol karena setelah kontrak rekaman itu ditandatangani maka konsekuensi-konsekuensi di belakangnya seharusnya sudah kita tahu sejak awal. Oleh karena itu jangan ikut mengantri di barisan kebodohan. Empowered yourself!

Cara kerja label juga akan lebih mirip jarum suntik nantinya. Sekali pakai langsung buang, disposable. Artis-artis baru tidak akan ada yang didevelop untuk panjang umur karirnya, mereka hanya akan disupport demi "popularitas maksimal dua atau tiga album saja!" Setelah booming besar dan untung besar, siap-siap menuju ladang pembantaian. Setelah dibantai maka dicari lagi talenta baru. Kalau kita jeli fenomena seperti ini sebenarnya telah terjadi sekarang ini di Indonesia.

Label besar sejatinya nanti hanya akan menjadi pusat manufaktur band! :) Kita tidak akan menemukan lagi band-band awet populer seperti Slank, Gigi, Netral, Dewa19, Naif di masa depan nantinya. Semuanya hanya akan "easy come, easy go!"

Tapi kalo ada yang bilang label membuka manajemen artis bakal membunuh pula profesi manajer artis individual/otonom, gue sama sekali nggak setuju. Gue justru nggak melihat kalau manajer-manajer artis yang independen itu bakal tergusur atau kehilangan pekerjaan. Ini analisa yang terlalu sembrono. It's not the end of the world as we know it :) Negara ini punya lebih dari 200 juta penduduk. Yang pengen jadi artis, bikin band dan gilpop (gila popularitas) setiap harinya pasti bertambah ribuan. Justru segudang talenta ini menjadi market yang sangat potensial bagi manajer-manajer artis untuk dikelola.

Manajemen artis yang individual atau berbentuk firma masih akan sangat dibutuhkan dan berperan penting di sini nantinya. Perkembangan teknologi yang gokil belakangan masih menjanjikan masa depan yang cerah buat band-band yang tidak dikontrak major label lokal/internasional a.k.a indie. Hadirnya MySpace, YouTube, Multiply, Friendster, Ning dan perangkat musik digital lainnya sangat memungkinkan untuk mencetak artis besar via jalur alternatif. The Upstairs sendiri udah membuktikan hal ini sebelumnya.

Apalagi tren terbaru di Amrik dan Inggris sekarang rata-rata artis bernama besar malas memperpanjang kontrak rekaman mereka dan memilih hengkang dari major label. Prince, Madonna, Radiohead, NIN adalah para pelopor ”gerakan kembali ke indie” ini. Mereka justru mempercayakan manajemen artis mereka yang independen untuk berfungsi pula sebagai "label rekaman". Cepat atau lambat gue pikir band-band besar di Indonesia akan mengambil langkah yang sama nantinya. Slank, Naif dan Netral malah sudah membuktikannya..... dan mereka cukup berhasil! Salute!

Masih adakah jalan lain? Ada banget! Di dalam negeri sendiri sudah ada yang mempelopori ”penggratisan musik.” Album rekaman kini telah berubah fungsi menjadi sebuah ”marketing tool” untuk menjaring job manggung. Mungkin inilah masa dimana musisi tidak lagi memikirkan royalti rekaman! Bisa jadi kalau teknologi kloning nanti sudah semakin sempurna maka ini berarti ancaman besar! :)

Koil menjadi pionir dengan menjalin kerjasama dengan majalah musik untuk mendistribusikan album terbarunya (Blacklight Shines On) secara gratis. Selain itu mereka juga memberi akses download album gratis via website/mailing list musik. Ide Koil ini memang tergolong baru walau sebenarnya tidak original juga. Prince bulan Juni lalu lebih dulu mengedarkan 3 juta keping album terbarunya secara gratis via Tabloid Sun di Inggris.

Memang perlu dipelajari lebih lanjut lagi apakah strategi ”penggratisan musik” ini nantinya bakal merugikan atau malah menguntungkan. Yang pasti band-band baru tidak akan memiliki ”keistimewaan” seperti Koil jika mau mengambil strategi serupa.

Yang menarik lagi, sempat ada pertanyaan di bawah ini yang datang ke saya ketika jadi pembicara di sebuah seminar musik di kampus UI beberapa waktu lalu:

Bagaimana dengan marak terjadinya kasus manager-manager artis individual/otonom yang tidak profesional atau bermasalah? Katakan saja menipu artisnya, melakukan penggelapan keuangan, dsb.
Nah, untuk point di atas sebenernya gue jamin nggak akan terjadi lagi kalau di dalam manajemen artis kita sudah DITERTIBKAN secara organisasi dan administrasinya. Mari kita lihat apakah kita sudah memiliki kontrak tertulis antara manajemen dengan artis yang mengatur kerjasama profesional ini? Apakah peran, hak & kewajiban masing-masing pihak sudah di jabarkan secara rinci? Pemisahan fungsi manajemen sudah diberlakukan? Apakah antar personel band kita sudah memiliki kontrak internal pula? Kalo semua konsolidasi internal ini beres gue jamin masalah-masalah di atas nggak bakal terulang lagi di masa depan.

Oke, sementara begitu aja pandangan gue tentang isyu ini. Memang tulisan ini nggak akan mengubah strategi major label untuk tidak membuka divisi manajemen artis di dalam perusahaan mereka, toh semuanya jadi keputusan bisnis mereka juga. It’s their damn business afterall :) Lagipula masih ada juga major label yang tidak memberlakukan strategi dagang ini (paling tidak sementara ini), misalnya seperti Aquarius Musikindo, Universal Music Indonesia.

Yah, minimal kita bisa mencegah regenerasi kebodohan dan berlanjutnya proses pembodohan seperti ini sekarang juga.

Gue sangat berterimakasih kalo ada teman-teman yang mau memforward atau menyebarluaskan tulisan ini agar dibaca lebih banyak artis-artis baru yang berniat mempertaruhkan masa depan dan karir mereka sebagai musisi. Jangan biarkan mereka dirampok!

Hope we could make real changes together.
For better, not worst....
Diambil dr artikel tmn n smoga dpt bermanfaat ^^

OTOMATISASI TOKO DENGAN MESIN KASIR POS (POINT OF SALES) MURAH

Mungkin saat ini kamu sedang membuka bisnis seperti counter handphone, pulsa, salon, apotik, warung makan, bengkel, koperasi, minimarket, toko dsb, atau sedang berencana membuka usaha seperti itu. Nah kamu harus baca sedikit info penting ini, tentu kalian tidak akan rugi.

Nah siapa sih yang tidak tau Kasir, siapa sih yang tidak pernah melihat mesin kasir. Tentu semua orang pernah melihatnya saat sedang bertransaksi di sebuah toko yang besar. Pernahkah kalian perfikir untuk membuat otomatisasi bisnis yang sedang kamu kelola itu dengan menggunakan komputer seperti toko – toko besar itu, tentu kepingin banget kan, karena tentunya memudahkan dalam hal transaksi, Inventori, pelacakan barang dagangan sampai membuat laporan. Aku juga berfikir seperti itu saat membuat beberapa bisnis kecil – kecilan. Pernah Browsing dan bertanya – tanya, juga pernah nyolong – nyolong ngintip di mesin kasir, apa tho nama software yang di gunakan untuk mesin kasir yang kayaknya operasionalnya sangat mudah, akhirnya aku nemu juga kalau software itu namanya adalah POS (POINT OF SALES), secara umum setahu ku, Point-of-Sale adalah sebuah sistem yang memungkinkan diadakannya proses transaksi. Kalau ingin dirunut lebih spesifik lagi, maka POS memiliki pengertian sebagai hardware atau software yang digunakan untuk transaksi. Sistem POS digunakan di supermarket, restoran, hotel dan tempat-tempat lain yang membuka jasa retail. Dalam lingkup yang luas, POS juga bisa berarti proses pelayanan transaksi dalam sebuah toko retail.

Kebetulan aku mempunyai teman seorang programer di Ibukota, aku tanya berapa harganya untuk membuat software otomatisasi toko yang bernama POS (Point of Sales) itu, langsung dia jelaskan mulai harganya puluhan juta hingga ratusan juta. Astaga! Belum lagi maintenance nya musti juga mengeluarkan biaya. Wah sempat kecil juga hati ini untuk memboyong sebuah CD POS (Point of Sales) yang murah. Karena dari berapa orang yang aku tanya, semua jawabannya hampir sama. Tapi aku yakin sekali kalau pasti ada software seperti itu yang harganya murah atau bahkan gratis di jagat dunia maya ini. Akhirnya setelah browsing sana – sini, nemu juga yang gratisan dan setelah aku coba wah mata uang untuk transaksinya bukan rupiah, dan tidak mudah di pahami penggunaannya, sempet beberapa kali instal sofware unduhan di dunia maya, tapi hasilnya kurang puas juga. Setelah hampir putus asa akhirnya aku nemu sebuah web yang menjual Software POS (Point Of Sales) yang harganya sangat murah, harganya kurang dari Rp.150.000,- dan kita juga mendapatkan open source codenya. Wah mulai tertarik tuh langsung aja, setelah baca – baca sebentar aku boyong satu CD di webnya Rulisoft.com yang bernama Omset 2.0. Pemesanan tidak lama, barang kiriman nyampe Jogja juga cepet. Setelah aku coba, Akhirnya nemu juga yang aku cari selama ini!

OMSET 2.0
Omset adalah paket aplikasi dagang dengan modul sbb:
  • POS - bisa dengan scan barcode reader
  • Pembelian
  • Pembayaran Hutang
  • Penjualan
  • Penerimaan Piutang
  • Hutang
  • Piutang
  • Inventori

Modul-modul tersebut akan mencatat semua transaksi bisnis dengan akurasi dan kecepatan tinggi





Selain itu, Omset diperkaya dengan fitur canggih seperti
  • Scan Barcode di POS
  • Perubahan Harga
  • Stok Opname
  • Maximun & minimum stok
  • Laba rugi kotor
  • Laporan umur hutang dan piutang
  • Serial No. Controller
  • Multi Unit
  • Multi Mata Uang
  • Multi User
  • Multi Bahasa (Inggris / Indonesia)

Dengan adanya paket aplikasi ini, diharapkan dapat menjadi suatu momentum bagi perusahaan dagang untuk merapikan bisnisnya sehingga akan berkembang lebih besar lagi dan memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya

Omset adalah Opensource, dimana pengguna dapat memodifikasi semua fitur yang ada, karena Omset dijual berikut source codenya

Jika anda adalah seorang mahasiswa , maka Omset dapat dijadikan sebagai bahan studi untuk mengetahui lebih jauh bagaimana sistem Omset bekerja.
Yang terdapat dalam CD Omset :
  • Installer Omset (aplikasi Omset berikut source code dalam bentuk Ms. Access 2000)
  • Manual Book (dalam bentuk PDF - Adobe)
  • Training cara pakai Omset dengan video lewat Windows Media Player
  • Adobe Acrobat Reader
  • Access 2000 Runtime
  • Crystal Report Runtime

Jadi sekarang semakin mudah menjalankan bisnis kita, tinggal tak tuk tak tuk, semua laporan sudah siap dan yang pasti harganya murah. Langsung aja klik di Rulisoft.com untuk mereview atau membeli produk ini, atau klik di bawah ini.



25 Maret 2009

Yahoo! Pingbox For Facebook

Kemarin Yahoo! merilis aplikasi PingBox! yang bisa dipasang langsung di halaman profile Facebook kamu. pasti banyak yang bingung, Pingbox apaan sih?Pingbox adalah sebuah tool untuk chat via Yahoo! Messenger namun melalui koneksi langsung dengan seorang pemilik website yang penginstall PingBox. Namun sekarang PingBox tidak hanya terbatas pada pemilik website, namun juga bisa dinikmati oleh siapa saja yang memiliki account Facebook. Dengan menggunakan aplikasi ini, pengunjung profile Facebook anda bisa langsung mengetahui apakah Yahoo! Messenger kamu sedang online/offline dan bisa langsung chatting dari widget PingBox di halaman profile kamu, yang akan terkoneksi langsung dengan YM! kamu. Untuk menginstall widget ini di profile Facebook kamu, silahkan meluncur kesini atau unduh widget PingBox untuk website & blog kamu klik disini.



24 Maret 2009

CARA MENDETEKSI INVISIBLE YAHOO MESSENGER STATUS



Hari gini Chating di YM statusnya Invisible? Hahahaha… malu oiii… dah ngga’ jamannya lagi cui!

Soalnya sekarang dah banyak banget website yang bisa membatu kita untuk mendeteksi apakah teman chating kita sedang offine atau cuma invisible, alias ngumpet! Hahahaha… malu oii.. kalau ketauan ngumpet. Kayak anak kecil aja cemen beraninya ngumpet. Hehehe…!

Nah kamu bisa coba tuh website yang sudah gue coba, hasilnya lumayan seru. Coba deh kalian coba cheking temen kamu, yang kalau pas kamu lagi online dia jarang online atau ngga’ pernah online sepanjang hari, atau orang yang sering offline trus tumben – tumbenan tiba – tiba dia login nge-buzz kamu, besoknya ngilang lagi, secara dia internet freak, nah orang yang kayak begitu tuh TO kita. Kamu bisa coba checking YM! ID dia, kalau dia sedang invisible kagetian aja!! Hahahaha…

Ni webnya yang udah gue pernah coba antara lain:
http://www.vizgin.com
http://www.ydetector.com
http://www.2oost.com
http://www.invisible.ir
http://ymdetector.net
http://detectinvisible.com
http://www.buzzu.info
http://www.yahoo-status.com
http://www.invisiblestatus.com
http://www.imvisible.info
http://www.statusdetect.com
http://www.imvisible.info
http://statusspy.com/

Wah… masih banyak buanget yang laen, cape gue nulisnya…pokokya dll!

Ternyata selain website detector ada juga softwarenya neh, cuma gue belum pernah nyoba, kalian coba aja dulu ya... heheheh:



iChecker
buddy-spy
free invisible status checker
Yahoo messengerinvisible status checker

Nah… masih berfikir buat Invisible di Yahoo! Mesenger?

Yahoo Messenger Status dengan Plugin Winamp

Anda pernah melihat status YM teman anda yang selalu berubah-rubah mengikuti judul lagu yang sedang mereka putar di winampnya? Hehehehe… pasti menyenangkan orang lain melihat kita sedang mendengarkan lagu – lagu favorit kita saat sedang chating. Tidak usah pusing…. Caranya gampang kok.

Sekarang ikuti langkah-langkah berikut ini :
  1. Tentunya yang harus kalian siapkan pertama kali ya tentu software Yahoo Mesenger & Winamp yang sudah terinstalasi dengan baik di komputer kalian
  2. Pastikan saat akan menginstal plugin ini kalian tidak sedang menggunakan winamp, alias tidak aktif
  3. Download Software Plugin Winamp tersebut [Download di sini]
  4. Pastikan instal plugin tersebut hingga Finish/selesai
Sekarang silahkan anda pastikan di winamp kamu, apakah plugin yang telah anda instal sudah terinstal dengan benar, caranya :
  1. Buka winamp player anda dan tekan CTRL+P atau
  2. Klik menu Options
  3. Klik Preferences
  4. Klik General Purpose, maka akan muncul jendela pengaturan Winamp Preference, seperti gambar di bawah ini (Gambar: YM1)
  5. Klik 2 kali pada Yahoo! Messenger Now Palying 4.6 yang di sorot biru di atas
  6. Selanjutnya, kamu hanya perlu memastikan bahwa telah memberi tanda centang pada kotak Enable status changing. ( lihat gambar di bawah ini, Gambar: YM2)
  7. Klik Save
  8. Selesai

Gambar: Ym1



Gambar: YM2


Sekarang silahkan putar lagu favorit kamu di winamp, dan lihat apa yang terjadi dengan status YM kamu!.

Sebenarnya pada kolom Status Format, anda bisa memodifikasi sesuai dengan selera anda, supaya tampilan status bisa lain dari orang lain. Misalnya :

1. $A - $T akan tampil di status YM anda : nama artis - judul lagu

2. $T - $A akan tampil : judul lagu - nama artis

3. $T (Lagi pussiiiinggg!!) - $A akan tampil :judul lagu (Lagi pussiiiinggg!!) - nama artis


Dan masih banyak pilihan yang bisa anda modifikasi untuk itu dengan menggunakan inline yang telah tersedia di kolom sebelah kiri gambar di atas.


Dan satu lagi, kelebihan plugin ini adalah, pada status YM anda juga akan tampil icon headphone. Mungkin pada plugin lain tidak akan anda temukan.

Uhuiii....!Gampang kan? Selamat mencoba!

21 Maret 2009

Bux.To - Klik Iklan - Dapat duit

,

Kita sering melihat, membaca artikel mengenai mencari uang di internet.
Yang menjadi pertanyaan bagi kita adalah, apa benar bisa cari duit di internet?

Jawabannya tentu bisa!!!

Ada banyak sekali program-program web yang bisa kita ikuti dan menghasilkan duit.
Dan pada umumnya berhubungan dengan iklan.

Seperti yang paling terkenal adsense miliknya Google, lantas kini pun bermunculan di Indonesia sejenis Google adsense yang memberikan Rupiah (Bukan Dolar) seperti halnya PPCIndo dimana iklan yang ditampilkan merupakan klan dari Indonesia, dan memang di kususkan untuk web atau blog yand ada di Indonesia.

Google Adsense maupun PPC Indo akan memberikan kita bayaran berdasarkan per iklan yang di klik oleh pengunjung web atau blog milik kita. dan sangat dilarang untuk mengklik sendiri iklan yang ditampilkan dari web site ataupun blog kita.

Bux.to memiliki model laen, dimana bux.to memberikan point setiap kita klik dan menampilkan selama 30 detik dari web site yang memasang iklan di bux.to maka kita akan diberikan sebesar $0.01 untuk member biasa dan premium member $0.0125 dimana jika indikator menunjukan tanda check, klo menunjukan tanda silang yach gak dapet.

Bux.To adalah salah satu program PTC (Paid To Click) yang sudah berjalan dari tahun 2007 dan kini beranggotakan puluhan ribu member dari seluruh dunia. Sama seperti Clixsense, Adbux dll, model bisnis program adalah kita sebagai user akan mendapatkan insentif setiap kali mengklik iklan yang ada.



Lalu dimana letak perbedaan dan keunggulannya dibanding dengan program PTC lain ?
Beberapa kelebihan Bux.To adalah sebagai berikut :

1. Anda Dapat Membeli Refferal.
Di Bux.To, anda dapat memberi refferal yang akan ditempatkan oleh system dibawah anda, dengan jumlah bervariasi, mulai dari 35, 50, 100 bahkan 500 refferal. Untuk yang 500 refferal, Bux.To memberikan jaminan penggantian (replacement) bila refferal anda ternyata tidak aktif alias tidak pernah surf/click iklan-iklan yang ada

2. Bux.To Memberikan Debit Card
Disamping opsi pembayaran melalui AlertPay, Bux.To juga memberikan Debit Card yang dilakukan melalui kerjasama dengan salah satu penyedia Debit Card ternama dunia, Payoneer. Debit Card ini akan dikirim ke alamat anda, dan selanjutnya earning anda akan diload ke kartu tersebut, dan anda bisa mengambilnya di ATM mana saja (BCA, BNI, Mandiri dll) yang berlogo VISA. Enak bukan ? Opsi ini tersedia untuk Premium Member.
Note : Debit Card ini juga membuktikan bahwa Bux.To adalah sebuah program yang terpercaya, bukan SCAM dan sejenisnya.

3. Bux.To Menjamin Anda akan Di”suguhi” Klik Minimal 10 Iklan per hari
Berbeda dengan Clixsense dimana anda dibatasi melihat iklan sesuai dengan target geografis dimana kita berasal (Indonesia) dan kadang-kadang kita hanya mendapat 4-5 ads per hari, Bux.To menjamin anda akan mendapatkan 10 iklan per hari dengan insentif 0.01 per iklan.

Secara hitungan matematis gampang-gampangan, bila anda mengklik selama 30 hari maka yang akan didapatkan adalah : 30 x 10 x 0.01 = $3. Ini dengan asumsi anda bekerja sendiri, dan tidak mecari refferal dibawah anda.

Semisal anda punya referal 20, maka penghasilanmu $60 per-bulan.
Tergantung sekeras apa usahamu menarik referal.

Caranya Kamu bisa membeli referral. Atau kamu perlu membuat blog atau situs dan sejenisnya yang isinya memuat banner iklan dari bux.to atau pay to click lain. Jika ada orang yang mengklik banner iklan untuk daftar dari (misalnya) blog-mu, maka kamu akan mendapatkan referral. Semakin banyak referral, semakin banyak iklan yang di-klik oleh referral, maka uang akan semakin banyak mengalir. Kamu tidak perlu khawatir, kalau banner dalam blog-mu tidak akan ada yang meng-klik. Asalkan blogmu "menarik" pengunjung pasti akan mencobanya.

Selain mencari referal, memperbanyak earning juga dapat dilakukan dengan meng-upgrade keanggotaan jadi premium.

Jangan trus beranggapan buruk jika kamu toh juga keluar biaya, tapi perhatikan hitungan perbedaan antara standard member dan premium member.
Seperti diatas, jika kamu ada referal 20(dengan asumsi downlinemu juga aktif) maka rata2 perbulan = $60.

Pada premium member, rata2 iklan yang disuguhkan Bux.to padamu 20 adv, dan harga iklannya $0.0125 (masih dengan referal 20 org).
Jd dlm 1 bulan = 20 x 0.0125 x 30 x 20 = $150 + komisi jika downline mu juga ngeklik!!
Sedangakan biaya upgrade sekitar $59.

Nah, sebagai pengenalan, silahkan daftar aja dolo dengan meng-klik banner di bawah ini, toh juga gratis, cari duit tanpa biaya siapa yang ngga' mau!!
Ga salah kan mencoba, monggo tinggal di klik aja!!!

Photobucket