10 Juli 2009

Bayi Mamoth (mati) Ditemukan Dengan Kondisi Hampir Sempurna

Pada suatu pagi bulan Mei 2007 di Semenanjung Yamal, Siberia barat laut, seorang penggembala rusa kutub dari suku Nenets bernama Yuri Khudi berdiri di sebuah beting Sungai Yuribey bersama tiga putranya, bermusyawarah mengenai sesosok jasad kecil. Walau belum pernah melihat binatang seperti itu sebelumnya, mereka sangat mengenal jasad itu dari dongeng yang dinyanyikan orang Nenets di balai pertemuan pada malam musim dingin yang gelap. Ini bayi mamont, makhluk buas yang kata orang Nenets berkeliaran di dunia bawah yang gelap dan beku, digembalakan oleh para dewa neraka sama seperti Nenets menggembalakan rusa kutub di tundra. Khudi sudah sering melihat gading mamut, batang berpilin warna kuning madu setebal batang pohon yang ditemukan sukunya setiap musim panas. Namun, dia tak pernah melihat binatang yang utuh, apa lagi yang demikian awet bak mukzizat tersebut. Selain rambut dan kuku yang tak ada lagi, bagian tubuh yang lain masih utuh.

Khudi gelisah. Dia merasa ini penemuan penting yang harus diberitahukan kepada orang lain. Namun, dia tidak mau menyentuh binatang itu karena suku Nenets yakin mamut adalah pertanda malapetaka. Bahkan ada yang mengatakan bahwa barangsiapa menemukan mamut akan mati muda. Khudi bersumpah akan menenangkan penguasa neraka dengan mengorbankan anak rusa kutub dan sesajen vodka. Tapi, Pertama, dia harus menempuh perjalanan 240 kilometer ke selatan, ke kota kecil Yar Sale untuk berkonsultasi dengan teman lamanya Kirill Serotetto yang lebih paham perihal dunia luar. Serotetto mendengarkan cerita temannya lalu bergegas membawanya menemui direktur museum lokal yang membujuk pemerintah setempat untuk menerbangkan Khudi dan Serotetto kembali ke Sungai Yuribey dengan helikopter.
Sayang disayang, saat mereka tiba di beting itu, mamut tersebut telah hilang.

Sesungguhnya, dongeng alam bawah Nenets benar adanya: tanah bagian dalam di Siberia penuh dengan mamut berbulu tebal. Saat es mencair setiap musim panas, ratusan gading, gigi, dan tulang muncul di tepi sungai, danau, serta di sepanjang pantai. Erosi membebaskan rangka-rangka itu dari tanah beku tempat tulang-tulang itu terbaring selama puluhan ribu tahun. Sejak ahli botani Mikhail Ivanovich Adams menemukan jasad mamut berbulu wol pertama di Siberia pada 1806, sekitar selusin spesimen jaringan lunak lainnya telah ditemukan, termasuk beberapa anak mamut mulai dari yang baru lahir hingga umur setahun. Namun, dari semua jasad berbagai umur itu, tak ada yang selengkap makhluk yang ditemukan Yuri Khudi—dan kini hilang—di Sungai Yuribey.

Khudi juga curiga bahwa orang yang mau menangani benda semacam itu mungkin akan mendapat untung besar—pedagang gading secara berkala mengunjungi wilayah itu untuk membeli gading mamut dan entah berapa yang akan mereka bayar untuk mamut utuh? Kecurigaan Khudi segera jatuh kepada salah seorang sepupunya yang oleh beberapa orang Nenets dilihat ada di beting itu dan kemudian terlihat pergi naik kereta rusa-kutubnya ke arah kota Novyy Port.

Khudi dan Serotetto bergegas mengejar dengan mobil salju. Setibanya, mereka melihat mamut kecil itu disandarkan di tembok sebuah toko. Orang-orang memotretnya dengan kamera ponsel. Si pemilik toko telah membeli jasad itu dari sepupu Khudi seharga dua mobil salju dan makanan untuk setahun. Walau tidak lagi sempurna—anjing geladak telah menggerogoti sebagian ekor dan telinga kanannya—berkat bantuan beberapa polisi lokal, Khudi dan Serotetto berhasil memperoleh kembali bayi itu. Jasad itu lalu dibungkus dan dikirim dengan helikopter untuk disimpan dengan aman di Museum Shemanovsky di Salekhard, ibu kota wilayah itu.

“Untungnya berakhir bahagia,” ujar Alexei Tikhonov, direktur Museum Zoologi St. Petersburg dan salah seorang ilmuwan pertama yang melihat bayi yang ternyata betina itu. “Yuri Khudi menyelamatkan mamut paling awet yang kita peroleh dari Zaman Es.”

Para pegawai yang berterima kasih menamainya Lyuba, sama dengan istri Khudi.













Tidak ada komentar: